Langsung ke konten utama

Contoh Perhitungan PPh pasal 25 (Secara Umum)


PT. AAA bergerak di usaha perdagangan. Selama tahun 2013 perusahaan tersebut memiliki penjualan sebesar Rp 60.000.000.000,00. Dari penjualan yang dimiliki PT AAA terdapat penjualan ke bendaharawan negara sebesar Rp 3.000.000.000,00 dan telah dipungut pajak penghasilan pasal 22 sebesar Rp 45.000.000,00. Atas penjualan tersebut terdapat biaya pokok penjualan sebesar Rp 50.000.000.000,00 dan biaya usaha sebesar Rp 8.000.000.000,00. Berapakah angsuran pajak pasal 25 PT AAA untuk tahun 2014?
Jawaban:
Penjualan
Rp 60.000.000.000,00
HPP
Rp 50.000.000.000,00 -
Laba Kotor
Rp 10.000.000.000,00
Beban Usaha
Rp   8.000.000.000,00 -
Laba Neto
Rp   2.000.000.000,00
Perhiungan Pajak:
25% x Rp 2.000.000.000,00 =
Rp      500.000.000,00
Kredit Pajak:
PPh Pasal 22
Rp        45.000.000,00 -
Pajak Kurang Bayar
Rp      455.000.000,00
PPh Pasal 25 (2014)
Rp 455.000.000,00 : 12 bulan =
Rp        37.916.667,00

Jadi angsuran pajak penghasilan pasal 25 tahun 2014 milik PT AAA sebesar 37.916.667,00


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Anggaran Biaya Overhead

Bab 1 PENDAHULUAN a. Latar Belakang Perusahaan merupakan suatu organisasi yang mempunyai kegiatan tertentu yang sangat kompleks. Pertumbuhan suatu badan usaha biasanya tidak lepas dari berbagai permasalahan yang dihadapi perusahaan. Hal ini dapat terlihat dari semakin banyaknya transaksi yang terjadi, perubahan dan permintaan konsumen dan target laba yang diinginkan pemilik modal. Permasalahan konsumen tersebut diiringi dengan adanya situasi dan kondisi yang semakin kompetitif. Maka para pengusaha dan manajer memperoleh tantangan yang lebih berat, yaitu meningkatkan efektifitas serta efisiensi operasi perusahaan yang dikelola. Peningkatan efektifitas dari efisiensi tersebut, tidak lepas dari bagaimana manajemen perusahaan dapat merencanakan, mengorganisasi dan mengawasi jalannya perusahaan. Seperti yang telah diketahui bahwa biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mengolah bahan baku menjadi produk jad...

Contoh Soal Metode FIFO dan LIFO Pengantar Akuntansi

CONTOH SOAL PERSEDIAAN Soal 1 : Berikut transaksi yang terjadi pada PT. Abadi selama bulan Juni 2010 : a.Dibeli barang dagangan Rp 3.000.000,- secara kredit dengan termin 2/10, n/30. b.Dibeli barang dagangan secara tunai Rp 1.200.000,- c.Dikembalikan sebagian barang dagangan yang dibeli (point a) senilai Rp 500.000,- d.Dijual barang dagangan yang dibeli dengan harga Rp 1.200.000,- (point b) seharga    Rp 2.000.000,- dengan syarat n/30. e.Dibayar utang dagang untuk pembelian barang dagangan (point a) & masih periode potongan. Diminta : Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi di atas dengan menggunakan metode fisik/periodik & metode perpetual !     Soal 2 : Berikut data dari catatan Akuntansi tanggal 31 Desember 2010 : Pembelian                               Rp 405.00...

Contoh Soal Penghentian Aktiva Tetap, Sumber Alam dan Aktiva Tak Berwujud

SOAL LATIHAN PENGHENTIAN AKTIVA TETAP, SUMBER ALAM & AKTIVA TAK BERUJUD Soal 1 : Tanggal 20 Juli 2010, PT. Mutiara menukarkan mesin lama yang mempunyai harga perolehan Rp 50.000.000,- & sudah didepresiasi Rp 40.000.000,- dengan mesin baru yang mempunyai harga tunai Rp 70.000.000,-. Diminta : Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi tersebut apabila pertukaran mesin lama dihargai Rp 8.000.000,- & sisanya dibayar kas ! Soal 2 : Pada tanggal 16 Oktober 2009, perusahaan Tambang membeli sebuah ladang minyak seharga Rp 22.000.000.000,-. Ladang minyak ditaksir mempunyai kandungan minyak 5.000.000 barel & nilai residunya Rp 2.000.000.000,-. Pada tanggal 1 Desember dipasang instalasi pengeboran minyak dengan harga perolehan Rp 800.000.000,-. Peralatan ini diperkirakan tidak memiliki nilai lagi saat penambangan minyak selesai. Selama tahun 2009, telah dilakukan penambangan minyak sebanyak 500.000 barel & tahun 2010 sebanyak 770.000 barel. Dari jumlah terse...